Daerah Istimewa Yogyakarta

#1 dari 100

rating

4.0 /5.0 dari 12 ulasan

pijakan

1 Traveller

pernah ke sini

pijakan

3 Orang

ingin ke sini

Share

fb-icon wa-icon

Gubernur

Sri Sultan Hamengkubuwono X

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah propinsi di mana anda bisa menemukan keaslian. Kehidupan, budaya, sejarah, semuanya terpelihara sebagaimana keasliannya. Datanglah ke DI Yogyakarta dan anda akan disambut dengan ramah. WelKamtuu DI Yogyakarta.

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di Pulau Jawa. Provinsi ini memiliki luas wilayah 3.133,15 km2 dengan jumlah penduduk 3,7 juta jiwa (BPS 2020). 

DIY terkenal dengan kekayaan budaya, sejarah, dan tradisinya yang masih terjaga hingga kini. Provinsi ini dulunya merupakan pusat kerajaan Mataram Islam antara abad 16 - 18. Salah satu peninggalan sejarah yang sangat terkenal adalah Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan termasuk situs warisan dunia UNESCO. 

Candi Borobudur di Yogyakarta (Foto:www.kompas.id)

Salah satu hal yang membuat provinsi ini istimewa adalah sistem pemerintahannya yang berbeda dengan provinsi lain di Indonesia. Gubernur dan Wakil Gubernur DIY tidak dipilih melalui pemilihan umum, melainkan dijabat oleh Sultan dan Paku Alam sebagai kepala dan wakil kepala daerah. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang tentang Keistimewaan DIY yang mengakui kedaulatan dan otonomi khusus keraton Yogyakarta dan Pakualaman.


Berkunjung ke DIY


Jalur udara


Jalur udara menuju DIY dilayani oleh Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA). Bandara ini tergolong baru menggantikan bandara sebelumnya yaitu Bandara Internasional Adisutjipto (JOG). Bandara YIA memiliki luas 210.000 meter persegi dengan kapasitas pelayanan penumpang mencapai 20 juta orang per tahun.


Yogyakarta International Airport (YIA) (Foto:ekonomi.bisnis.com)


Bandara YIA melayani jalur penerbangan domestik maupun internasional. Saat ini terdapat 16 bandara di berbagai belahan dunia yang memiliki penerbangan langsung menuju Bandara YIA, tersebar di 15 kota di 3 negara.


Terdapat 12 masakapai penerbangan yang terbang menuju Bandara YIA yang mayoritasnya dilakukan oleh masakapai Lion Air. Adapun rute domestik yang paling banyak mendatangkan penumpang adalah rute dari Soekarno Hatta Jakarta (CGK) dan Sultan Hasanuddin Makassar (UPG).


Jalur darat


Jalur kereta


Ada beberapa stasiun kereta yang melayani rute ke dan dari provinsi DIY, seperti Stasiun Tugu, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Wates, dan Stasiun Kutoarjo. Anda bisa memilih stasiun yang sesuai dengan tujuan dan jadwal perjalanan Anda. Selain itu, Anda juga bisa memilih kelas kereta yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan, mulai dari kelas ekonomi, bisnis, hingga eksekutif.


Stasiun Tugu Yogyakarta (Foto:ekonomi.bisnis.com)


Ada beberapa pilihan kereta yang bisa Anda gunakan untuk berangkat dari atau menuju Provinsi DIY. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:


  • Kereta Argo Lawu: Kereta kelas eksekutif ini melayani rute Jakarta-Gambir - Solo Balapan - Yogyakarta Tugu. Waktu tempuhnya sekitar 7-8 jam dengan tarif mulai dari Rp 350.000 per orang.
  • Kereta Gajayana: Kereta kelas eksekutif ini melayani rute Malang Kota Lama - Blitar - Kediri - Madiun - Solo Balapan - Yogyakarta Tugu. Waktu tempuhnya sekitar 10-11 jam dengan tarif mulai dari Rp 400.000 per orang.
  • Kereta Lodaya: Kereta kelas bisnis dan ekonomi ini melayani rute Bandung Kiaracondong - Tasikmalaya - Banjar - Kutoarjo - Yogyakarta Tugu. Waktu tempuhnya sekitar 9-10 jam dengan tarif mulai dari Rp 150.000 per orang.
  • Kereta Mutiara Selatan: Kereta kelas bisnis dan ekonomi ini melayani rute Bandung Kiaracondong - Tasikmalaya - Banjar - Kutoarjo - Purwokerto - Cilacap - Kroya - Gombong - Kebumen - Yogyakarta Tugu. Waktu tempuhnya sekitar 11-12 jam dengan tarif mulai dari Rp 150.000 per orang.


Selain itu masih ada kereta lokal yang melayani rute-rute pendek di dalam Provinsi DIY, seperti Prambanan Ekspres (Yogyakarta Tugu - Solo Balapan), Joglosemarkerto (Yogyakarta Tugu - Solo Balapan - Semarang Tawang), dan Sri Tanjung (Yogyakarta Lempuyangan - Banyuwangi Baru).


Untuk memesan tiket kereta api, Anda bisa menggunakan aplikasi online seperti Traveloka, Tiket.com, KAI Access, atau situs resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Anda juga bisa membeli tiket secara langsung di stasiun-stasiun terdekat. Pastikan Anda memiliki identitas diri yang valid dan sesuai dengan nama yang tertera di tiket.


Jalur tol


Jalan tol dari dan ke provinsi DIY terdiri dari beberapa ruas, yaitu:


  • Jalan tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo (SYK), yang menghubungkan Solo dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo. Jalan tol ini memiliki panjang 93 km dan terbagi menjadi tiga seksi, yaitu Solo-Bawen (40 km), Bawen-Salatiga (17 km), dan Salatiga-YIA (36 km). Jalan tol ini ditargetkan selesai pada tahun 2023.
  • Jalan tol Yogyakarta-Bawen (YB), yang merupakan perpanjangan dari jalan tol SYK. Jalan tol ini memiliki panjang 75 km dan terbagi menjadi empat seksi, yaitu YIA-Kalibawang (16 km), Kalibawang-Wates (14 km), Wates-Sentolo (20 km), dan Sentolo-Bawen (25 km). Jalan tol ini ditargetkan selesai pada tahun 2024.
  • Jalan tol Yogyakarta-Cilacap (YC), yang merupakan penghubung antara DIY dan Jawa Tengah bagian selatan. Jalan tol ini memiliki panjang 90 km dan terbagi menjadi lima seksi, yaitu YIA-Purworejo (20 km), Purworejo-Kutoarjo (15 km), Kutoarjo-Banjarnegara (25 km), Banjarnegara-Majenang (15 km), dan Majenang-Cilacap (15 km). Jalan tol ini ditargetkan selesai pada tahun 2025.
  • Jalan tol Yogyakarta-Surabaya (YS), yang merupakan penghubung antara DIY dan Jawa Timur. Jalan tol ini memiliki panjang 375 km dan terbagi menjadi delapan seksi, yaitu YIA-Klaten (25 km), Klaten-Boyolali (25 km), Boyolali-Sragen (35 km), Sragen-Ngawi (55 km), Ngawi-Madiun (65 km), Madiun-Nganjuk (40 km), Nganjuk-Jombang (55 km), dan Jombang-Surabaya (75 km). Jalan tol ini ditargetkan selesai pada tahun 2027.


Bepergian di dalam Provinsi DIY


Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki berbagai macam moda transportasi yang biasa digunakan oleh masyarakat dan wisatawan. Beberapa moda transportasi tersebut antara lain:


  • Bus Trans Jogja: Bus ini merupakan angkutan umum yang beroperasi di kota Yogyakarta dan sekitarnya. Bus ini memiliki rute yang terintegrasi dengan stasiun kereta api, bandara, terminal bus, dan tempat wisata. Bus ini juga dilengkapi dengan AC, TV, dan wifi. Tarif bus ini adalah Rp 4.000 per orang per kali naik.


Bus Trans Yogya (Foto:jogja.suara.com)


  • Becak: Becak adalah kendaraan roda tiga yang ditarik oleh manusia. Becak biasanya digunakan untuk berkeliling kota atau menuju tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh bus. Becak dapat menampung dua sampai tiga orang penumpang. Tarif becak bervariasi tergantung jarak dan negosiasi dengan tukang becak.
  • Andong: Andong adalah kendaraan roda empat yang ditarik oleh kuda. Andong biasanya digunakan untuk berkeliling kawasan Malioboro atau Kraton. Andong dapat menampung empat sampai enam orang penumpang. Tarif andong juga bervariasi tergantung jarak dan negosiasi dengan tukang andong.
  • Sepeda: Sepeda adalah kendaraan roda dua yang digerakkan oleh tenaga manusia. Sepeda dapat disewa di beberapa tempat di kota Yogyakarta, seperti Taman Pintar, Taman Sari, atau Candi Prambanan. Sepeda cocok digunakan untuk berwisata sambil berolahraga dan menghemat biaya. Tarif sewa sepeda berkisar antara Rp 10.000 sampai Rp 20.000 per jam.
  • Motor: Motor adalah kendaraan roda dua yang digerakkan oleh mesin bensin. Motor dapat disewa di beberapa tempat di kota Yogyakarta, seperti stasiun kereta api, bandara, terminal bus, atau hotel. Motor cocok digunakan untuk berwisata dengan cepat dan fleksibel. Tarif sewa motor berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per hari.


Ibukota Kota Yogyakarta
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA)
Pelabuhan Laut Tidak tersedia
Terminal Darat Terminal Giwangan
Transportasi ke sana Bus, taxi, Kamtuu transfer

Maps

{}

Ulasan

rating

0.0 /5.0 dari 0 ulasan

Article (Ads)